Thursday, April 20, 2006

Selamat Hari Kartini - an enlightment day !

Selamat Hari Kartini - an enlightment day !

Sering kita dengar bahwa karena kebodohan akhirnya orang kepingin jadi pinter, mereka hanya melihat fenomena Kartini dalam posisi dua kutub saja. Pendekatan "Habis gelap terbitlah terang" ini memang dulu sering dipakai untuk menunjukkan mengapa atau apa motivasi seseorang utk melakukan sesuatu. Perasaan tidak memiliki menjadi keinginan memilki. Karena merasa sangat "negatip" (kurang) maka ada keinginan menjadi "positip". Ini pendekatan dua kutub + dan -

Namun dalam hal ilmu pengetahuan atau pendidikan kadangkala ada yg melihatnya dengan kacamata berbeda. Nah marilah kita coba renungi apa yg dilakukan Kartini ini dengan cara pandang yang sedikit berbeda.

Dengan menggunakan empat kwadran :.
1. - Tahu bahwa dirinya tahu - ini bener-bener wong pinter
2. - Tahu bahwa dirinya tidak tahu - ini yg menjadikan orang yg rajin blajar
3. - Tidak tahu bahwa dirinya tahu - minder atau rendah diri
4. - Tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu - bodoh

Curiousity atau keingintahuan bukan karena merasa tidak tahu tetapi sebuah perasaan manusia yg "sudah ada dari sono".
Mengapa bukan kebodohan ?
Orang bodoh adalah orang yg masuk dalam kwadran 4 "tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu". Sehingga sulit bagi si kwadran 4 untuk menjadi tahu (sadar).
Lah diberitahu sampai "meniren" ya ndak bakalan tahu.

Perubahan dari satu kwadran ke kwadran yg lain ini diperlukan pencerahan "enlightment", aku sendiri belum tahu apa yg menjadikan orang bisa mendapatkan "pencerahan". Seringkali datangnya "ujug-ujug mak pluk !" (disini aku masuk kwadran 2 atau mungkin 4 :).

Enlightment (pencerahan) ini dapat berupa inspirasi
Seperti Newton, yang katanya mendapat ide ketika kejatuhan apel. Peristiwa tak terduga yg akhirnya membawa ke teori gravitasi dan membuaka cakrawala dunia. Hal yang sama dengan Archimedes yg tiba-tiba melonjak keluar dari tempat berendamnya. Peristiwa ini kalau dilihat sepintas sepertinya memalukan, berlari-lari masih dalam keadaan telanjang, namun membuat sebuat teori apungan benda. Apakah mereka-mereka ini duduk diam saja ? Tentu tidak .... keingintahuan yg terus menerus dan berulang inilah yg menimbulkan ide dan inspirasi dan akhirnya bersiklus menjadikan manusia mengerti, sadar akan dirinya (conciousness). Namun harus hati-hati, tidak jarang manusia ini malah berubah dari kwadran kesatu kembali ke kwadran keempat ... karena kesombongan atau ketidak-tahuannya justru akhirnya menjadi "sok tahu" ....


Selamat Hari Kartini
Selamat hari pencerahan menuju kwadran kesatu .... !

RDP
"bagaimana orang lain tahu kalau kamu tahu, kalau kamu ndak pernah memberitahu"

Wednesday, April 19, 2006

Belajar dari aktifitas Gunung Merapi

On 4/20/06, liamsi@indo.net.id wrote:
> Merapi bakalan meletus 10 - 14 hari mendatang demikian sendiko pendito
> Raja NgaYogyokarto Hadiningrat,Sultan Hamengku Buono Kaping sedoso
> (demikian di Detik .com.)Apa wedus gembelnya sudah pada lari ya....
>
> Ism

Kadangkala kalau ada "sendiko" dari sultan atau kyai, pendeta, pastur, bhiksu dll yg tidak didasarkan pada kaidah ilmiah ini terdengar lucu.
Memang bisa saja sendiko ini sangat ampuh dalam penanggulangan atau usaha mengurangi korban. Namun dalam jangka panjang tidak memberikan keberdayaan masyarakat dalam mengenali kondisi alamnya. Bahkan lebih ekstrimnya "tidak mendidik", walaupun sangatmungkin cara seperti inilah yang menyelamatkan nyawa.

Darurat (emergency state).
Sebagai penguasa atau pejabat seringkali dalam kondisi yg sangat "darurat" maka penjelasan ilmiah sudah bukan hal yg penting lagi, yg penting selamat. (note: kondisi "darurat" ini bisa saja sangat subjective).
Memang kalau rakyat masih hanya mampu bersikap menunggu amaran/peringatan/berita dari "yang dipercaya" maka ucapan (sendiko) dari sang raja akan lebih ampuh sebagai "komando". Keampuhan "komando" ini akan terlihat dari pada kajian ilmiah yang "ndakik-ndakik" (detil dan bertele-tele) bikin mumet malah ndak sempat menyelamatkan diri.

Namun sangat disadari oleh para pendidik bahwa perlu saat-saat tertentu untuk memberikan "ilmu" sehingga akan "berkesan". Saat-saat genting akan memberikan usia penyimpanan memory yg lebih awet ketimbang saat normal.

Pemahaman terhadap kondisi rakyatnya ini (yg sering masih tertinggal) sangat jarang dimiliki orang yg pinter. Yah wajar saja, scientist biasanya hanya melihat secara alamiah apa-adanya, tidak berpikir bagaimana manusianya, wong kondisi alamnya emang sudah gitu, mau gimana lagi?.

IAGI saat ini memiliki momen bagus untuk memperkenalkan pendekatan ilmiah-akademis dalam menghadapi G Merapi secara khusus dan Gunung api pada umumnya. Membuat tulisan di koran lokal, ceramah atau hal-hal lain termasuk mengajak mahasiswa supaya lebih mengenal alam sekitarnya.
Menjelaskan bahaya Gunung Api lebih bermanfaat buat Yogyakarta.
Seminar gempa dan tsunami kurang relevan dengan Jogeja.

Duo- Pendekatan dua arah scientifik dan klenik.
Pendekatan dari berbagai arah barangkali akan sangat efektif dalam menghadapi gejala alam di Indonesia ini. Pendekatan klenik akan sangat diperlukan dalam kondisi gawat (emergency), juga peanfaatan orang-orang yg berpengaruh misalnya "penjaga" atau juru kunci G Merapi, dan juga Raja atau Sultan penguasa di Jogja. SBY juga sudah meminta "prediksi" ilmiah tentang kemungkinan letusan Merapi.

Saya sendiri ketika membaca berita tentang perubahan status G Merapi dua minggu lalu tidak secara khusus mengkaji ilmiahnya, lah wong aku juga bukan volcanologist. Aku hanya merasa perlu memposting di IAGI-net saja. Memang kadangkala ada "rasa" ketika mengamati perkembangan status Merapi ini. Kayaknya gara-gara dulu sering "ngematke" gunung yg satu ini. Ya, dulu aku suka melihat Gunung Merapi dari atap rumah waktu masih kecil di Jogja, .... psst sambil main layang-layang :).


RDP
"bukan dukun"

Quote ---- SBYpun sudah minta penjelasan ilmiah.
Menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie seusai rapat di Kantor Presiden di Jakarta, kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran di bawahnya, khususnya Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kegunungapian, membuat prediksi kemungkinan terjadinya letusan Merapi secara ilmiah. (Tim Kompas)

Saturday, April 15, 2006

Malaysiapun juga minder dengan Indonesia


Utusan Malaysia Online - Hiburan

Dewa 19 minta jangan dipersalahkan

KEMUNCULAN kumpulan Dewa 19 bersama tujuh lagi artis Indonesia dalam Konsert Pesta Malam Indonesia di Stadium Merdeka, Kuala Lumpur pada 15 April (hari ini) mendapat pertikaian banyak pihak. Pertikaian timbul apabila konsert itu memberi ruang 100 peratus kepada artis dari seberang mengadakan persembahan tanpa sebarang pembabitan artis tempatan. Malah, penganjuran konsert secara besar-besaran itu juga dilihat menganaktirikan artis tempatan selain melebarkan lagi dominasi artis luar dalam pasaran industri muzik tempatan.


(Picture: AHMAD DHANI (tiga dari kiri) bersama Dewa 19 menerima anugerah platinum daripada Pengarah Urusan EMI Music Malaysia, Julius Ng (kanan) di Kuala Lumpur kemarin.)
Banyak sisi dimana Indonesia sangat minder dengan kemajuan Malaysia. Namun ada beberapa sisi juga sebenernya Malaysiapun juga mengagumi Indonesia. Sisi seni dan budaya Indonesia jelas masih jauh diatas Malaysia. Penyanyi, artis, koreografer serta penghasil karya seni Indonesia lainnya jelas masih diatas angin. Masalah yg paling menjadikan Indonesia minder dengan Malaysia adalah ekonomi dan politik.

Keterpurukan ekonomi Indonesia sejak krisi asia di akhir abad 20 telah membuat Indonesia anjok dimata asia. Krisis ekonomi ini berlanjut hingga mempengaruhi kondisi politik serta kondisi sosial rakyat Indonesia. Namun seni dan budaya tidak dengan mudah digeser oleh materi (ekonomi). Artis Indonesia banyak yg menjadi Idola di Malaysia.

Ada satu dialog cukup menarik dalam Akademi Fantasi di Malaysia tahun 2005 lalu. Ketika salah satu peserta ditanya "Siapa artis idola yg paling suka ?"
Dengan cepat dia menjawab, "Saye sukakan Shiela on 7, Dewa, Padi, Gigi, ..."
Belum selesei menjawab diteruskan oleh penanya, "Bukan dari dari jiran, from Malaysia ?"
Diapun plegak-pleguk menjawab, " ... mm eee .. ... siapa ya ?"

Dan akupun ngakak ngeliatnya. Dan episode ini tidak pernah lagi diulang dalam episode ulangan acara AFI.


Sunday, April 09, 2006

Muna Loe !

Tadinya gwe kagak ngarti kalau orang bilang "muna lu !" ... eh ngga taunya singkatan dari munafik. Aku pikir istilah munafik hanya ada dalam kaum muslim ternyata istilah munafik juga ada di gereja. Bahkan munafik ini terus dipakai dimana-mana. Dalam setiap kesempatan menyatakan temen yg ucapannya tidak sesuai dengan tindakannya selalu dibilang "Muna loe !".

Ada yg ngakunya berpikiran terbukan tetapi ketika ada kritik dari anonym terus menutup diri.
Ada yg ngakunya menjalankan agama dengan baik tapi masih suka dansa-dansi.
Ada yg ngakunya berpikir buat negeri tetapi menjelekkan negeri sendiri, dengan dalih kejujuran.
Ada yg protes keras tentang pornografi, tapi masih suka lihat halaman lucah.
Ada yg ...
Ada
A
Ahh ... banyak deh ....

Tapi apakah iya munafik itu jelek ?
Agama jelas menyatakan jelek tentang sifat-sifat munafik ini. Tetapi bagaimana membedakan munafik dengan berbohong, dengan menipu, dan bagaimana kalau itu adalah bagian dari sebuah strategi ?
Dalam peperangan, militer sering menyatakan sesuatu yg bukan maksudnya sebagai pengecoh musuhnya. Ini jelas tindakan praktis dilakukan semua orang.

Apakah semua orang munafik ?
Munafik hanya diucapkan oleh orang lain, bukan diri sendiri.

"Ah muna loe !!"

Friday, April 07, 2006

Jangan tidur tengkurep, kata orang Arab

Ini aku ketahui kira-kira 4 tahun lalu ketika Umrah. Kalau pas umrah tentunya banyak sekali waktu luang, aku suka nunggu wektu Isya sehabis sholat Magrib, di Masjidil Haram. Disana banyak sekali orang-orang arab tua muda berdiskusi serta dzikir, dan ada juga yang ngobrol bercanda. Bener tuh di mesjid juga boleh kan nyantai. Aku pikir fungsi mesjid emang nga cuman buat sholat kan ?

Nah karena ngantuk, anakku yg kecil tidur tengkurep disebelahku. Aku sih seneng aja merhatiin Ka'bah yg hanya berupa batu kotak item itu.
Tiba-tiba ada orang Arab setengah umur mendekati aku, mengingatkan ku "eh, anak laki-laki jangan tidur tengkurep, engga baik".

Trus dia crita (pake bhasa Inggris tentunya), bahwa Nabi dulu juga mengajurkan untuk tidak tengkurep (aku ndak tau ini bener apa enggak). Tapi orang itu meneruskan bahwa kalau tidur tengkurep itu menganggu perdedaran darah dan menganggu perkembangan .."itu-nya" ... tahu,kan? buat itu tuuh ! .. jadi nanti kalau dewasa biar kuat.


Dan aku perhatiin emang banyak yg tiduran di Masjidil Haram ini,
Dan tidak ada yg tengkurep !

Nah ntar malem jangan tidur tengkurep ya ... biar kuat kayak Arab