Belajar dari adik-adik
"belajar dari siapa saja"
Satu hal yg sulit dilakukan orang adalah belajar dari anak buahnya, atau belajar dari adiknya, atau bahkan belajar dari anaknya. Sangat sulit dan gengsi belajar dari pengikut atau belajar dari generasi penerus. Kita lebih sering dicekoki dengan kata-kata "belajarlah dari sejarah". Belajar dari sejarah bukan hal buruk, tentu saja, karena dengan mengetahui masa lalu yg suram dan cerah kita bisa memilah jalan yang akan dilalui nanti. Belajar dari orang sebelum kita termasuk orang tua kita adalah bekal dalam perjalanan.
Namun perjalanan kita tidak utk kembali ke masa lampau, kita berjalan kedepan, kita berjalan untuk menyongsong nanti, besok pagi, minggu depan, bahkan sepuluh tahun ke depan. MAsa depan bukanlah hal masa lampau yg diulang, waktu berubah, lingkungan berubah, bahkan kita sendiripun berubah.
Nah siapakah yang akan memimpin atau mengontrol jalannya dunia dimasa depan ?Ya adik-adik kita dan anak anak kita. Merekalah yang akan menjadi peminmpin masa tahun depan dan masa yang akan datang. Merekalah yg akan menentukan bagaimana cara hidup dimasa depan.
Dulu saya tidak tahu bagaimana menggunakan "mouse", anak-anak kita sekarang sangat piawai menggunakan "joystick". Alat kontrol joystick ini bisa jadi akan merupakan alat kontrol kendaraan kita dimasa mendatang, mungkin bukan lagi "steering wheel".
Jadi kenapa malu belajar dari adik-adik dan anak-anak kita ?
RDP
"lebih suka menjadi murid yang belajar, ketimbang menjadi guru yg menilai"

0 Comments:
Post a Comment
<< Home